Pengertian Garis Sejajar, Garis Berpotongan, Tegak Lurus, dan Berimpit

35

Sifat-sifat garis di bidang geometri ditentukan oleh kedudukannya terhadap garis lainnya, yang terdiri dari garis sejajar, garis berpotongan, garis tegak lurus, dan garis berimpit. Berikut akan dijelaskan ke-4 sifat kedudukan antar garis tersebut.

Artikel terkait: Pengertian Garis Titik Bidang dan Ruang beserta Contohnya

A. Garis Sejajar

Garis sejajar adalah suatu kedudukan dua garis pada bidang datar yang tidak mempunyai titik potong walaupun kedua garis diperpanjang. Secara geometri kesejajaran garis tidak akan pernah bertemu satu dengan lainnya karena mempunyai kemiringan (gradien) yang sama. Garis-garis sejajar tidak harus sama panjang.

Contoh garis sejajar:

Gambar garis sejajar
Garis AB dan CD merupakan contoh kedudukan sejajar, karena kedua garis tidak berpotongan walaupun garis diperpanjang

Contoh garis tidak sejajar:

Gambar garis tidak sejajar
Gambar garis EF dan GH merupakan contoh garis tidak sejajar, karena ketika diperpanjang garis tersebut berpotongan

B. Garis Berpotongan

Garis berpotongan adalah kedudukan dua garis yang mempunyai titik potong karena kedua garis saling bertemu. Secara geometri garis-garis yang berpotongan terjadi karena mempunyai kemiringan yang berbeda dan panjang antar garis memungkinkan untuk saling bertemu. Garis yang berpotongan sudah pasti tidak sejajar, namun garis tidak sejajar belum tentu berpotongan.

Contoh garis berpotongan:

Gambar garis berpotongan
Garis IJ dan KL merupakan garis berpotongan karena kedua garis saling bertemu dan menghasilkan suatu titik potong

C. Garis Tegak Lurus

Garis tegak lurus adalah kedudukan garis yang berpotongan dan pada titik potongnya terbentuk sudut siku-siku (90°). Garis tegak lurus juga disebut dengan garis serenjang atau garis perpendikular. Dalam simbol matematika garis tegak lurus disimbolkan dengan simbol perpendikular "", misalnya garis MN tegak lurus dengan OP dapat ditulis MN ⊥ OP.

Contoh garis tegak lurus:

Gambar tegak lurus
Garis MN dan OP merupakan garis tegak lurus karena saling berpotongan dan titik potongnya membentuk sudut siku-siku

Perkalian dua kemiringan (gradien) garis tegak lurus adalah -1 atau memenuhi persamaan M1 × M2 = -1.

Jika, M1 = a/b maka M2 = - b/a

* Karena berlaku
M1 × M2 = a/b × (- b/a) = - ab/ab = -1

Contoh: 
Kemiringan garis MN adalah M1 = 2/3, berapakah kemiringan garis OP di atas?

Penyelesaian:
Karena garis OP ⊥ NM maka gradien garis OP = M2 dihitung memenuhi persamaan M1 × M2 = a/b × (- b/a) = -1 

M1 = a/b = 2/3
a = 2
b = 3
M2 = - b/a = - 3/2 

Jadi, gradien garis OP adalah - 3/2

D. Garis Berimpit

Garis berimpit adalah kedudukan garis yang saling menutupi antara satu dengan lainnya, sehingga garis berimpit tidak dapat dilihat dengan kasat mata. Garis berimpit dapat terjadi karena posisi garis yang sama, namun 2 garis berimpit belum tentu mempunyai panjang yang sama.

Contoh garis berimpit:

Gambar garis berimpit
Garis a dan b merupakan garis berimpit karena kedua saling menutupi pada posisi yang sama

Baca juga tutorial lainnya: Daftar Isi Pelajaran Matematika


Sekian artikel "Pengertian Garis Sejajar, Garis Berpotongan, Tegak Lurus, dan Berimpit". Nantikan artikel menarik lainnya dan mohon kesediaannya untuk share dan juga menyukai halaman Advernesia. Terima kasih…

35 KOMENTAR

    • Garis berimpit memungkinkan untuk berbedah arah kak Andy, misalnya arah barat dan arah timur.
      Semoga membantu 🙂

    • Hai Reza garis sejajar tidak harus sama panjang. Sebenarnya secara geometri, garis sejajar disebut dengan garis "parallel". Namun, jarak antar titik-titik di garis 1 dan 2 saat ditelusuri harus sama panjang, istilah ini disebut dengan "equidistant" pada garis sejajar.

      Untuk kasus lain, garis sejajar juga tidak harus lurus, garis sejajar juga boleh bengkok, yang terpenting mempunyai equidistant yang sama, misalnya: kurva sejajar.

      Juga, untuk tingkat pembelajaran lanjutan yaitu "vektor sejajar" pun juga tidak harus sama panjang
      Semoga membantu 🙂

  1. Terima kasih gara gara google saya bisa jadi giat belajar semoga google setiap hari banyak yang menggunakannya

    TERIMA KASIH GOOGLE.MEMANG YANG TERBAIK BAI 😘😗

    • Hai Alif Zuhdi Qardhawi,
      Garis berimpit hanya seperti garis lurus umumnya, contoh lainnya: 3 garis berimpit misalnya, dengan masing-masing garis mempunyai warna berbeda.
      Semoga bermanfaat 🙂

    • Hai Akhmadzulkarnai,
      Dua garis berpotongan mempunyai gradien memenuhi persamaan M1 × M2 = a/b × (- b/a) = -1
      Jika, M1 = a/b maka M2 = - b/a
      Semoga bermanfaat 🙂

    • Hai Khalisah Azzahrah, Sifat umum dua atau lebih garis disebut tegak lurus:
      * Membentuk Titik Potong
      * sudut siku-siku (90°)
      Semoga membantu 🙂

    • Hai salsabila, kakak mencoba membantu
      Garis sejajar: Senar gitar, rel kereta api, roller coaster, zebra cross, penggaris, Tv, buku, kardus, dll
      garis berpotongan: kincir angin, baling-baling, kawat penyaring, perempatan jalan, dll
      Semoga membantu 🙂

    • Hai Muhammad Syaifudin.
      * garis sejajar: suatu kedudukan dua garis pada bidang datar yang tidak mempunyai titik potong walaupun kedua garis diperpanjang.
      * garis berpotongan: kedudukan dua garis yang mempunyai titik potong karena kedua garis saling bertemu.
      * garis berimpit: kedudukan garis yang saling menutupi antara satu dengan lainnya, sehingga garis berimpit tidak dapat dilihat dengan kasat mata.
      * garis tegak lurus: kedudukan garis yang berpotongan dan pada titik potongnya terbentuk sudut siku-siku (90°)
      Lebih jelasnya silakan baca artikel di atas.
      Semoga bermanfaat 🙂

    • Salah, Fungsi garis lurus dan garis lengkung tidak selalu berpotongan,
      Ini terbukti dengan teknik pembuktian kontradiksi,
      Misalnya garis lurus sejajar sumbu x yang berpotongan di titik y negatif dengan garis lengkung sebagai fungsi kuadrat yang terbuka ke atas dengan titik ekstrim positif; keduanya tidak akan pernah bertemu.
      Semoga membantu 🙂

AYO BERKOMENTAR

Tulis komentar
Masukkan nama Anda