Pengertian Garis Sejajar, Garis Berpotongan, Tegak Lurus, dan Berimpit

55

Sifat-sifat garis di bidang geometri ditentukan oleh kedudukannya terhadap garis lainnya, yang terdiri dari garis sejajar, garis berpotongan, garis tegak lurus, dan garis berimpit. Berikut akan dijelaskan ke-4 sifat kedudukan antar garis tersebut.

Artikel terkait: Pengertian Garis Titik Bidang dan Ruang beserta Contohnya

A. Garis Sejajar

Garis sejajar adalah suatu kedudukan dua garis pada bidang datar yang tidak mempunyai titik potong walaupun kedua garis diperpanjang. Secara geometri kesejajaran garis tidak akan pernah bertemu satu dengan lainnya karena mempunyai kemiringan (gradien) yang sama. Garis-garis sejajar tidak harus sama panjang.

Contoh garis sejajar:

Gambar garis sejajar
Garis AB dan CD merupakan contoh kedudukan sejajar, karena kedua garis tidak berpotongan walaupun garis diperpanjang

Contoh garis tidak sejajar:

Gambar garis tidak sejajar
Gambar garis EF dan GH merupakan contoh garis tidak sejajar, karena ketika diperpanjang garis tersebut berpotongan

B. Garis Berpotongan

Garis berpotongan adalah kedudukan dua garis yang mempunyai titik potong karena kedua garis saling bertemu. Secara geometri garis-garis yang berpotongan terjadi karena mempunyai kemiringan yang berbeda dan panjang antar garis memungkinkan untuk saling bertemu. Garis yang berpotongan sudah pasti tidak sejajar, namun garis tidak sejajar belum tentu berpotongan.

Contoh garis berpotongan:

Gambar garis berpotongan
Garis IJ dan KL merupakan garis berpotongan karena kedua garis saling bertemu dan menghasilkan suatu titik potong

C. Garis Tegak Lurus

Garis tegak lurus adalah kedudukan garis yang berpotongan dan pada titik potongnya terbentuk sudut siku-siku (90°). Garis tegak lurus juga disebut dengan garis serenjang atau garis perpendikular. Dalam simbol matematika garis tegak lurus disimbolkan dengan simbol perpendikular "", misalnya garis MN tegak lurus dengan OP dapat ditulis MN ⊥ OP.

Contoh garis tegak lurus:

Gambar tegak lurus
Garis MN dan OP merupakan garis tegak lurus karena saling berpotongan dan titik potongnya membentuk sudut siku-siku

Perkalian dua kemiringan (gradien) garis tegak lurus adalah -1 atau memenuhi persamaan M1 × M2 = -1.

Jika, M1 = a/b maka M2 = - b/a

* Karena berlaku
M1 × M2 = a/b × (- b/a) = - ab/ab = -1

Contoh: 
Kemiringan garis MN adalah M1 = 2/3, berapakah kemiringan garis OP di atas?

Penyelesaian:
Karena garis OP ⊥ NM maka gradien garis OP = M2 dihitung memenuhi persamaan M1 × M2 = a/b × (- b/a) = -1 

M1 = a/b = 2/3
a = 2
b = 3
M2 = - b/a = - 3/2 

Jadi, gradien garis OP adalah - 3/2

D. Garis Berimpit

Garis berimpit adalah kedudukan garis yang saling menutupi antara satu dengan lainnya, sehingga garis berimpit tidak dapat dilihat dengan kasat mata. Garis berimpit dapat terjadi karena posisi garis yang sama, namun 2 garis berimpit belum tentu mempunyai panjang yang sama.

Contoh garis berimpit:

Gambar garis berimpit
Garis a dan b merupakan garis berimpit karena kedua saling menutupi pada posisi yang sama

Baca juga tutorial lainnya: Daftar Isi Pelajaran Matematika


Sekian artikel "Pengertian Garis Sejajar, Garis Berpotongan, Tegak Lurus, dan Berimpit". Nantikan artikel menarik lainnya dan mohon kesediaannya untuk share dan juga menyukai halaman Advernesia. Terima kasih…

55 KOMENTAR

    • Hai, Balqis
      Next Advernesia akan membuat fitur Kuis untuk hal tersebut
      Senang mendapatkan saran dari pembaca 🙂

    • Hai, Indah
      Nanti Advernesia akan membuat sesi kuis dengan halaman khusus
      Terima kasih atas umpan baliknya 🙂

  1. Hai kak jadi gini aku kan mau ujian sekolah nih
    Trus ada materi garis berpotongan, aku dapat soal dari guruku
    "Carilah beserta pengeryiannya hubungan garis yang saling berpotongan"
    Jadi itu soalnya gimana ya kak aku ngak ngerti😢

    Maaf ya kak kalo panjang lebar😅

    • Hai, Alldien de lovy
      Itu maksudnya "Definisi garis berpotongan"
      Semoga membantu 🙂

1 2

AYO BERKOMENTAR

Tulis komentar
Masukkan nama Anda