Cara Uji Normalitas SPSS Shapiro Wilk dan Kolmogorov Smirnov

15

Uji normalitas digunakan untuk mengetahui data yang akan dianalisis berdistribusi normal atau tidak. Secara fundamental, data yang berdistribusi normal dapat diketahui melalui bentuk histogram seperti lonceng. Terdapat banyak uji normalitas untuk mengetahui distribusi data. Berikut cara uji normalitas SPSS shapiro wilk dan kolmogorov smirnov.

A. Pengertian Uji Normalitas Shapiro Wilk

Uji Normalitas Shapiro Wilk adalah uji yang dilakukan untuk mengetahui sebaran data acak suatu sampel kecil. Dalam 2 seminar paper yang dilakukan Shapiro, Wilk tahun 1958 dan Shapiro, Wilk, Chen 1968 digunakan simulasi data yang tidak lebih dari 50 sampel. Sehingga disarankan untuk menggunakan uji shapiro wilk untuk sampel data kurang dari 50 sampel (N<50). Dalam pengujian, suatu data dikatakan berdistribusi normal apabila nilai signifikansi lebih dari 0.05 (sig. >0.05).

B. Pengertian Uji Normalitas Kolmogorov Smirnov

Uji Normalitas Kolmogorov Smirnov adalah uji yang dilakukan untuk mengetahui sebaran data acak dan spesifik pada suatu populasi (Chakravart, Laha, and Roy, 1967). Berdasarkan pengujian yang dilakukan National Institute of Standars and Technology, uji kolmogorov smirnov menghasilkan performa yang baik untuk ukuran data 20-1000. Namun dalam penelitian pada umumnya, pengujian kolmogorov smirnov masih digunakan untuk sampel data yang berukuran lebih dari 2000 sampel. Sehingga disarankan untuk menggunakan uji kolmogorov smirnov untuk data diatas 50 sampel (20≤N≤1000). Dalam pengujian, suatu data dikatakan berdistribusi normal apabila nilai signifikansi lebih dari 0.05 (sig. >0.05).

C. Cara Uji Normalitas SPSS beserta Grafiknya

Contoh: Melakukan Uji Normalitas keseluruhan data

Diketahui pada Data View berikut (menggunakan tampilan value labels) berisi data nilai ujian matematika dari 20 siswa suatu kelas.

Download Data

Password: www.advernesia.com

uji normalitas spss

Dengan variabel pada data SPSS

variabel data uji normalitas

Berikut langkah-langkah untuk melakukan uji normalitas pada SPSS,

  1. Klik Analyze > Descriptive Statistics > Explore…

    menu untuk uji normalitas spss

  2. Masukkan variabel yang dilakukan pengujian normalitas pada jendela Explore

    Masukkan variabel dilakukan pengujian ke kolom Dependent List. Kita juga dapat memasukkan variabel ke Factor List untuk melakukan pengujian berdasarkan kriteria tertentu, misalnya uji normalitas data yang dibedakan berdasarkan jenis kelamin.

    memilih variabel yang di uji normalitasnya

    Catatan: Anda dapat memasukkan beberapa variabel sekaligus di Dependent List untuk menguji normalitas masing-masing variabel, misalnya uji normalitas 2 variabel atau 3 variabel.

  3. Klik Plots.. pada jendela Explore dan centang Normality plot with tests

    konfigurasi uji normalitas

    • Boxplots: Untuk membuat Boxplot data
    • Descriptive: Untuk melakukan analisis deskriptif serta membuat grafik Steam-and-leaf atau histogram (centang jika diperlukan)
    • Normality plots with tests: untuk melakukan pengujian normalitas
  4. Klik Continue lalu klik OK
  5. Hasil pengujian ditampilkan pada jendela output

D. Membaca Hasil Uji Normalitas SPSS

Untuk mempermudah membaca hasil analisis anda dapat menggunakan panel navigasi pada jendela output.

Navigasi output

Hasil Pengujian Normalitas (Test of Normality)
Hasil pengujian normalitas

Nilai signifikansi (p) pada uji kolmogorov-smirnov adalah 0.2 ( p > 0.05), sehingga berdasarkan uji normalitas kolomogorov-smirnov data berdistribusi normal.

Nilai signifikansi (p) pada uji shapiro-wilk adalah 0.853 ( p > 0.05), sehingga berdasarkan uji normalitas shapiro-wilk data berdistribusi normal.

Histogram Data
Histogram data

Terlihat bentuk histogram data hampir menyerupai lonceng.

Normal Q-Q Plot

Q-Q Plot

Q-Q Plot baik digunakan dengan data N≥20 untuk melihat keragaman sebaran data univariat (1 variabel).

Baca juga tutorial lainnya: Daftar Isi Tutorial SPSS


Sekian artikel Cara Uji Normalitas SPSS Shapiro Wilk dan Kolmogorov Smirnov. Nantikan artikel menarik lainnya dan mohon kesediaannya untuk share dan juga menyukai Fans Page Advernesia. Terima kasih…

15 KOMENTAR

  1. Hallo,

    Mau tanaya, seperti yang dijelaskan pada blog ini uji kolmogorov smirnov akan digunakan jika jumlah sample lebih dari 50 itu menurut siapa? apa ada sumber acuannya? sumber buku atau jurnal? kalau ada sumberneya dan jika berkenan bagilah kepada pembaca agar jauh lebih jelas dan akurat. Terima kasih

    • Terima kasih kak Nonik…
      Buku “An Introduction to Statistical Concepts”
      https://books.google.co.id/books?id=t9gC0KzImSIC&dq=Chakravart,+Laha,+and+Roy,+1967+50+sample&hl=id

      Halaman 148

      Semoga bermanfaat 🙂

  2. Hallo, mau tanya. Kolmogorov smirnov dipakai apabila sampel diatas 50, jadi bagaimana dengan sample yg kurang dari 50, bolehkah pakai kolmogorov smirnov. Thanks anyway.

    • Bisa, asalkan tidak kurang dari 20≤N≤1000. Namun berdasarkan literatur artikel ini, lebih prefer ke Saphiro Wilk.
      Semoga membantu 🙂

  3. Kk klu dtanya tdk terdistribusi normal, bgaimna kk, lnjut pkai median atau hrs dinormalkn dtanya kk?

    • Data tidak normal disebabkan adanya pencilan data atau (outlier), cara termudah kita dapat menghapus outlier tersebut satu persatu lalu melakukan pengujian ulang.

      Namun, beberapa para ahli tidak setuju untuk melakukan penghilangan data. Maka, langkah yang dapat digunakan adalah melakukan transformasi data dengan logaritma natural (Ln).

      Jika, masih belum bisa kedua langkah tersebut, dapat mengubah metode dari parametrik (memerlukan data normal) ke non-parametrik (tidak memerlukan data normal).

      Semoga dapat membantu kak Fanny 🙂 😉 🙂

    • Bisa kak hepi, tinggal masukkan kedua variabel dependen pada langkah C-2

      Semoga bermanfaat 🙂

  4. Haloo mau tanya, kalau ada 2 variabel (pre dan post) kemudian diuji normalitas dan didapatkan hasil shapiro nya untuk data pre tidak normal dan data post normal, apakah data tersebut termasuk ke dalam kategori tidak normal dan dilanjutkan dengan pengujian non parametrik (wilcoxon)? terimakasih

    • Data lebih mudah dianalisis saat ia berdistribusi normal. Namun, karena metode yang digunakan adalah Non Parametrik, saya rasa normalitas data bukanlah hal prioritas. Jadi, data tersebut dapat dilanjutkan ke pengujian wilcoxon.

      Semoga bermanfaat 🙂

  5. Kk mau tanya..
    Langkah uji data normalitas kolmograv dgn saphiro itu sama kan?
    Aku maunya kolmograv tpi pretes eksperimen 0,016, postes eksperimen 0,000 dan pretes kontrol 0,028 ,postes kontrol 0,200 itu gmna yh ka?

    • Pada dasarnya kolmogorov dan saphiro sama untuk menguji normalitas, namun algoritma yang digunakan berbeda. Sehingga untuk kasus tertentu hasil pengujian kolmogorov dan saphiro dapat berbeda.

      Kakak dapat menyesuaikan dengan metode penelitian yang kakak gunakan, yang terpenting untuk normalitas signifikansi sebaiknya lebih dari 0.05 (>0.05). Biasanya juga normalitas digunakan untuk metode parametrik

      Semoga bermanfaat kak 🙂

AYO BERKOMENTAR

Tulis komentar
Masukkan nama Anda