Mengenal Struktur Database WordPress

0

Sebagai CMS WordPress dapat menghasilkan website dinamis. Untuk melakukannya WordPress menjalankan MySQL database untuk menyimpan data pengguna. Tabel – tabel dalam database dibuat secara otomatis ketika anda melakukan instalasi WordPress di server anda.

Setiap tabel dalam database WordPress berawalan dengan wp_ yang merupakan prefix standar dari WordPress. Anda dapat menemukan permintaan kustomisasi prefix saat melakukan instalasi WordPress. Hal ini dilakukan untuk mempermudah pengguna mengenali database inti WordPress. Ada beberapa tabel inti dalam database WordPress

  1. wp_options

    Di dalam wp_options tersimpan data dasar website. Nama website, deskripsi, Nama Domain, dan email admin.

  2. wp_users

    Di dalam wp_users tersimpan data username dan password pengguna untuk login. id menjadi primary key di tabel ini. Password yang tersimpan dilakukan enkripsi otomatis menggunakan PHP hash khusus WordPress untuk keamanan data.

  3. wp_usermeta

    wp_usermeta merupakan tabel tambahan yang disediakan WordPress untuk menyimpan data-data tambahan user. wp_usermeta secara langsung mempunyai relasi dengan wp_user dengan kolom id  sebagai relasi (foreign key). Data yang tersimpan seperti nama depan, nama belakang dan deskripsi.

  4. wp_posts

    Di dalam tabel ini tersimpan semua data post anda. Posting disini bukan hanya posting artikel termasuk juga laman/page, produk (jika anda menggunakan WooCommerce) dan lain-lain. Hal ini dapat dilihat pada key (kolom) post_type untuk manajemen tipe pos anda. Secara default post untuk (artikel blog) dan page (laman).

  5. wp_postmeta

    Di dalam tabel ini tersimpan data tambahan pada post anda.Setiap data pada tabel ini mempunyai primary key meta_id. Tabel ini berelasi langsung dengan tabel wp_post  melalui kolom key post_id. Nama data tambahan selalu berawalan dengan underscore yang tersimpan dalam kolom key meta_key. untuk memasukkan nilai data tambahan tersimpan dalam kolom key meta_value.

  6. wp_comments

    Di dalam tabel ini tersimpan komentar baik user maupun pengunjung. Tabel komentar dapat berelasi dengan tabel mana pun, pada umumnya tabel ini berelasi langsung dengan wp_post. Data yang dimasukkan pengunjung ketika melakukan komentar akan tersimpan dalam tabel ini.

  7. wp_commentmeta

    Di dalam tabel ini tersimpan data tambahan setiap komentar yang masuk jika ada. Strukturnya hampir sama dengan wp_postmeta. Tabel ini berelasi langsung dengan wp_comments melalui kolom key comment_id. Nama data tambahan tersimpan pada kolom meta_key dan menyimpan nilainya di meta_value. 

  8. wp_links

    Di dalam tabel ini tersimpan semua URL atau Bookmark yang anda buat. Namun sayangnya fitur link/blogroll manager ini di sembunyikan sejak rilis versi 3.5 WordPress. Jika anda ingin menggunakan kembali fitur ini bisa anda gunakan plugin Andrew Nacin’s link manager plugin  .

  9. wp_terms

    Tabel wp_term menyimpan semua nama kategori, tag dan slug yang anda buat. Kolom term_id  menjadi primary key di tabel ini. Tabel ini akan berelasi langsung dengan wp_term_taxonomy untuk dapat berfungsi dengan baik.

  10. wp_term_taxonomy

    Tabel wp_term_taxonomy menyimpan seluruh taxonomy untuk tabel wp_term. Ketika anda membuat kategori/tag baru secara otomatis akan dibuat data dalam tabel ini yang berelasi dengan wp_term. WordPress menyediakan 2 taxonomy standar yaitu category dan post_tag. Namun anda juga dapat membuat taxonomy baru menggunakan fungsi register_taxonomy().

  11. wp_term_relationships

    Tabel ini berfungsi untuk menghubungkan term_taxonomy dengan post anda. Ketika anda menambah kategori dan tag pada post anda maka data tersebut tersimpan dalam tabel ini. Sehingga post anda bisa mengelompokkan dalam kategori maupun tag.

    Baca juga: Mengenal Direktori Standar WordPress


Sekian artikel Mengenal Struktur Database WordPress. Nantikan artikel menarik lainnya dan jangan lupa share artikel ini ke kerabat anda. Terimakasih…

AYO BERKOMENTAR

Tulis komentar
Masukkan nama Anda